Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter


Pernahkah Anda dilarang minum air es saat sedang makan karena dianggap bisa membuat lemak “membeku” dan perut jadi buncit? Di masyarakat kita, mitos ini sangat kuat beredar. Banyak orang rela menahan haus atau memilih minum air hangat di tengah cuaca terik demi menjaga bentuk perut agar tetap rata.
Namun, benarkah suhu air yang kita minum memiliki kekuatan untuk membekukan lemak di dalam tubuh? Sebagai dokter, saya ingin mengajak Anda melihat fakta medis di balik fenomena ini agar Anda tidak lagi terjebak dalam mitos yang keliru.
Secara biologis, tubuh manusia adalah mesin pengatur suhu yang sangat canggih (termoregulasi). Suhu inti tubuh kita berada di kisaran 36,5 – 37,5°C.
Ketika Anda meminum air es, air tersebut tidak akan tetap dingin selamanya di dalam lambung. Begitu air masuk ke saluran pencernaan, tubuh akan segera menyesuaikan suhu air tersebut agar sama dengan suhu tubuh sebelum diserap oleh sel-sel.
Selain itu, perlu diingat bahwa:
Jika bukan karena air es, lalu apa yang menyebabkan perut membuncit? Jawabannya sederhana: Surplus Kalori.
Perut buncit terjadi ketika energi yang masuk (dari makanan dan minuman manis) lebih besar daripada energi yang dikeluarkan melalui aktivitas fisik. Lemak yang menumpuk di perut adalah hasil dari konsumsi kalori berlebih, terutama dari:
Bukannya membuat gemuk, minum air dingin justru memiliki beberapa manfaat medis jika dilakukan dengan benar:
Kesimpulannya, minum air es tidak akan membuat lemak perut membeku atau membuat Anda gemuk. Air putih, baik itu suhunya panas, hangat, maupun dingin, tetap mengandung nol kalori.
Kunci perut rata bukanlah menghindari air es, melainkan menjaga pola makan seimbang dan rutin berolahraga. Jadi, mulai sekarang, Anda tidak perlu ragu lagi untuk menikmati segelas air es saat cuaca panas, asalkan yang Anda minum adalah air putih tanpa tambahan gula atau sirup.
Masih ragu dengan mitos-mitos diet lainnya yang beredar di grup WhatsApp Anda? Jangan langsung percaya! Mari tanyakan dan diskusikan kebenarannya secara medis di [Wadah Diskusi dr. Rahadian Faisal].