Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter


Hampir semua orang Indonesia pernah mendengar nasihat: “Jangan mandi malam-malam, nanti bisa kena rematik!” Peringatan ini turun-temurun diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya yang pulang kerja larut malam. Akibatnya, banyak orang merasa cemas atau merasa bersalah jika harus membersihkan diri sebelum tidur.
Namun, sebagai tenaga medis, penting bagi saya untuk meluruskan hal ini: Mandi malam sebenarnya tidak menyebabkan penyakit rematik. Lantas, dari mana mitos ini berasal dan apa hubungan sebenarnya antara suhu dingin dengan nyeri sendi? Mari kita bahas secara ilmiah.
Ketakutan akan bahaya mandi malam berakar dari pengamatan bahwa orang sering merasa pegal atau linu setelah terpapar air dingin di malam hari. Hal ini kemudian disimpulkan secara keliru bahwa air tersebutlah yang memicu penyakit rematik. Anggapan ini berkembang menjadi mitos kesehatan yang sangat kuat, sehingga mandi malam dianggap sebagai penyebab utama kerusakan sendi di masa tua.
Dalam dunia kedokteran, rematik bukanlah penyakit tunggal, melainkan istilah umum untuk menggambarkan nyeri sendi dan otot (seperti Osteoarthritis atau Rheumatoid Arthritis).
Faktanya, penyebab rematik sama sekali tidak ada hubungannya dengan air atau mandi malam. Berikut adalah pemicu utamanya:
Jika mandi malam tidak menyebabkan rematik, mengapa banyak orang merasa linu setelah melakukannya?
Air dingin atau udara malam yang dingin menyebabkan otot-otot di sekitar sendi berkontraksi atau mengkerut. Bagi mereka yang sudah memiliki masalah sendi (rematik laten atau saraf kejepit), kontraksi ini akan memberikan tekanan tambahan pada area yang sakit, sehingga memicu rasa nyeri yang lebih tajam.
Jadi, suhu dingin memperparah gejala yang sudah ada, tetapi bukan penyebab munculnya penyakit tersebut.
Mandi setelah beraktivitas seharian sangat penting untuk menjaga higienitas dan kualitas tidur. Jika Anda harus mandi malam, ikuti panduan berikut agar tetap nyaman:
Secara medis, mandi malam tidak menyebabkan rematik. Penyakit sendi disebabkan oleh faktor genetik, usia, dan imunitas. Namun, bagi Anda yang sensitif terhadap suhu dingin atau sudah memiliki riwayat nyeri sendi, menggunakan air hangat adalah pilihan yang jauh lebih bijak dan menyehatkan.
Apakah Anda sering merasa linu pada sendi saat cuaca dingin meskipun sudah mandi air hangat? Bisa jadi itu tanda awal peradangan sendi yang memerlukan penanganan khusus. Mari konsultasikan keluhan Anda di [Wadah Diskusi dr. Rahadian Faisal] untuk mendapatkan saran medis yang tepat.