Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter


“Saya tidak punya waktu untuk berolahraga.” Kalimat ini adalah alasan yang paling sering saya dengar di ruang praktik saat mendiskusikan gaya hidup sehat dengan pasien. Di tengah kepungan tenggat waktu pekerjaan dan kemacetan, meluangkan waktu satu jam untuk pergi ke gym memang terasa seperti kemewahan yang sulit digapai.
Namun, tahukah Anda bahwa kualitas olahraga tidak selalu ditentukan oleh durasinya? Dalam dunia kedokteran olahraga, terdapat metode yang memungkinkan Anda mendapatkan manfaat kesehatan maksimal hanya dalam waktu 15 menit. Solusi tersebut adalah HIIT.
Banyak orang terjebak dalam pola pikir bahwa olahraga baru dianggap “sah” jika dilakukan selama satu jam atau lebih. Akibatnya, saat hanya memiliki waktu luang sedikit, mereka memilih untuk tidak berolahraga sama sekali. Padahal, gaya hidup sedenter (kurang gerak) adalah faktor risiko utama penyakit jantung, obesitas, dan diabetes tipe 2. Kita butuh latihan fisik praktis yang bisa diselipkan di antara jadwal rapat.
HIIT adalah teknik latihan di mana Anda melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sangat tinggi dalam waktu singkat, diselingi dengan periode istirahat pendek atau aktivitas intensitas rendah.
Prinsipnya sederhana: Kerja Keras + Istirahat Singkat. Misalnya, Anda berlari secepat mungkin selama 30 detik, lalu berjalan santai selama 30 detik, dan mengulanginya beberapa kali.
Anda bisa melakukan ini di rumah, kamar hotel, atau bahkan sudut kantor. Lakukan setiap gerakan selama 40 detik dengan intensitas maksimal, diikuti istirahat 20 detik sebelum lanjut ke gerakan berikutnya:
Ulangi siklus ini sebanyak 3 kali, maka Anda sudah menyelesaikan 15 menit olahraga yang sangat efektif.
Mungkin Anda bertanya, “Bagaimana mungkin 15 menit cukup?” Jawabannya terletak pada efek EPOC (Excess Post-exercise Oxygen Consumption).
Dalam prinsip kesehatan, olahraga untuk orang sibuk yang dilakukan secara konsisten selama 15 menit setiap hari jauh lebih bermanfaat bagi jantung dan metabolisme dibandingkan berolahraga selama 2 jam namun hanya dilakukan sebulan sekali.
Jangan biarkan kesibukan menjadi penghalang. Tubuh Anda didesain untuk bergerak, dan 15 menit adalah waktu yang sangat kecil dibandingkan investasi kesehatan yang akan Anda tuai di masa depan.
Punya kondisi medis tertentu seperti nyeri sendi atau riwayat penyakit jantung? Sebelum memulai rutinitas HIIT, ada baiknya kita diskusikan terlebih dahulu intensitas yang aman bagi Anda. Mari berkonsultasi di [Wadah Diskusi dr. Rahadian Faisal].